Windiarti’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

March 13, 2010

Filed under: keluarga — windiarti @ 4:12 am

Keponakanku Tersayang

(Melania Trisha Kurniawan)

Kebahagiaan sebuah keluarga akan semakin terasa ketika semua keluarga berkumpul menjadi satu dan saling menyayangi.

Pada mulanya di keluarga kami hanya ada kami berempat, bapak, ibu, mbak, dan aku.  Keluarga kecil yang bahagia, keluarga yang memanjakan aku sebagai anak yang paling kecil. Kebiasaan yang sulit diubah walaupun sekarang sudah dewasa. Umurku dan kakaku terpaut jauh, sehingga wajar kalau sekarang dia sudah berkeluarga, sedangkan aku masih kuliah.

Kami tinggal di sebuah dusun yang bernama Patihombo, sebuah daerah yang sudah banyak aku tuliskan menjadi beberapa tulisan. Tulisan-tulisan itu adalah bukti cintaku akan daerah kelahiranku. Sebuah dusun yang jauh dari keramaian, asri, penuh dengan rasa gotong royong, dan masih banyak lagi kelebihan lainnya. Aku dilahirkan dan dibesarkan di sana. Inginku adalah bisa ikut memajukan daerah itu.

Dengan berjalannya detik, menit, jam, hari, kini, aku tidak lagi menjadi yang terkecil di keluargaku. Dulunya selalu dianggap anak kecil, tidak bisa dewasa, dan sebagainya. Tetapi sekarang, ada makhluk kecil yang  meramaikan suasana rumah. Ya, keponakanku yang pertama, Melania Trisha Kurniawan, yang lahir 4 Maret 2009. Cucu pertama, anak pertama, keponakan pertama, membuat dia sangat istimewa bagi kami.

Trisha terlahir dari pasangan Hendry Kurniawan dan Trismi Rubiyanti, kakakku. Sekarang, umurnya sudah satu tahun, ada banyak hal yang ia lakukan yang selalu membuat rumah ramai, tingkahnya yang lincah, suaranya yang ramai, dsb. Kelincahannya bahkan membuat yang mengasuh lelah sendiri, tetapi dia tidak pernah merasa lelah. Terakhir aku pulang kemarin, sewaktu dia tidur, dia menangis terus menerus, ternyata dia terlalu lelah bergerak sepanjang hari. Aku berinisiatif untuk memijitinya, tetapi ternyata dia malah tambah keras menangis. Terbukti memang aku ga bakat jadi baby sister untuknya.

Ada banyak orang mengatakan ia mirip denganku. “Wah bertambah donk satu lagi makhluk cantik di dunia, menyaingi tantenya, hahaa…” begitu ungkap temanku. Aku tidak tahu itu benar ataupun tidak, tetapi memang ada kemiripan antara aku dengan dia, namanya juga keluarga. Bahkan orang pun sulit membedakan antara aku dan ibunya Trisha. “Seperti kembar”  kata mereka.

Trisha, bayi kecil itu buatku begitu lucu dan menggemaskan. Kulitnya putih seperti papanya, hidung seperti neneknya yang agak pesek, mata besar seperti ibunya, bibir manis seperti tantenya. Kalau boleh aku menilai, Trisha itu cantik. Jika ia besar nanti, tentu ia akan menjadi seorang gadis yang cantik dan lincah.

Pada usianya yang pertama, ada acara kecil untuknya. Kakek, nenek, dan keluarga lain berkumpul untuk mendoakan Trisha kecil agar selalu diberi kesehatan dan berkat. Seperti tradisi pada keluarga kami, bayi yang sedang berulang tahu selalu dibuatkan among-among (nasi yang disusun sedemikian rupa beserta sayur kluban ditambah rebusan telur yang dipotong kecil-kecil.

Mungkin, ia masih terlalu kecil untuk memahami apa arti kedatangan saudara-saudara untuk meramaikan acara ulang tahunnya. Seperti biasa dia ngotot untuk merangkak ke mana-mana seperti biasa sambil berteriak-teriak kata yang baru bisa ia ucapkan. “Mbah, Papa, Mama, baru kata-kata itu yang ia kuasai sekarang. Lucu sekali keponakanku itu.

Di akhir tulisan ini, aku berharap Trisha bisa tumbuh menjadi anak yang sehat, berbakti pada orang tua, dan berguna bagi bangsa dan Negara. Amin… Tante sayang kamu Sa.

  1. Trisha
  2. Trisha dan aku
  3. Trisha dan papa mamanya.
  4. Trisha dan Simbah putri
  5. Trisha dan mamanya

 

2 Responses to “”

  1. thomas Says:

    mba, salam buat bapak. Pak Wakidi dulu guruku yang mengajar di sd kanisius pelem dukuh.
    Saya membaca blog Anda jadi kangen pengin pulang ke gereja maria fatima pelem dukuh, ke gua maria pengilon leres.
    salam,
    thomas
    cilacap


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s