Windiarti’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Buku Pemerolehan Leksikon August 18, 2014

Filed under: Buku Pemerolehan Leksikon — windiarti @ 7:16 am
Tags:

Buku Pemerolehan Leksikon
        Mencari buku acuan untuk tesis itu terkadang mudah, terkadang juga sulit. Keharusan adanya literatur berbahasa Inggris terkadang meyulitkan mahasiswa untuk mencarinya terlebih bila buku yang dicari sulit ditemukan/ memang langka di perpustakan dan hanya ada di kampus tertentu yang letaknya jauh.
       Hal itu pernah saya alami, saya sulit sekali menemukan beberapa buku yang merupakan buku utama tesis saya, meskipun akhirnya saya berhasil meminjamnya. Saya sudah mencari di enbookfi tapi tidak menemukan juga. Buku itu berjudul, The Lexicon in Acquisition (Eve Clark), Early Lexical Development (Esther Dromi) dan The Acquisition of The Lexicon (Lila Gleitman).
       Jika ingin membeli buku tersebut, Anda bisa membelinya melalui betterworldbooks, dengan sistem online menggunakan kartu kredit. Jika kesulitan karena tidak memiliki kartu kredit, Anda bisa membeli di toko buku Spektra (Jl Kaliurang Km 5 Gg Ladrang 4-B. Yogyakarta DI Yogyakarta. (0274) 542913). Toko buku ini melayani pembelian dari luar negri, jadi kita tidak perlu memikirkan kartu kredit lagi karena tinggal membayar harga buku plus ongkos kirim.
Alternatif lain bila tidak ingin membeli dengan harga yang lumayan mahal, Anda bisa meminjam di perpustakaan. Buku tersebut bisa ditemukan di perpustakaan Pusat Kajian Bahasa dan Budaya UNIKA Atma Jaya Jakarta. Di sana tersedia banyak buku tentang pemerolehan bahasa anak. Kalau masih bingung juga, silakan mengirim pesan di fb saya.
Selamat mencari  

 

May 3, 2012

Filed under: travel cirebon purwokerto pp — windiarti @ 1:11 pm

Ada banyak jenis angkutan yang bisa dipilih ketika hendak bepergian, bus,  kereta api, travel, dsb. Diantara ketiga jenis angkutan tersebut, memilih menggunakan travel adalah pilihan tepat. Selain aman, kita pun bisa sampai ke tujuan dengan selamat. Bagi Anda yang ingin bepergian dengan rute CIREBON- PURWOKERTO PP, ini dia salah satu armada travel yang bisa anda pilih, BINTANG WIJAYA TRAVEL.

PURWOKERTO: JL. OVERSTE ISDIMAN 10 B

(0281) 635340- 631444

CIREBON

JL. PARUJAKAN 50

(0231) 204465

SELAMAT MENCOBA…

 

April 9, 2010

Filed under: patihombo (sepenggal kisah dari bukit menoreh — windiarti @ 1:44 am

Sepenggal Kisah dari Bukit Menoreh

Bila mengunjungi perbukitan Menoreh yang tersohor itu, tak akan terbayang bila ada banyak cerita menarik mengenai kehidupan warga di sekitarnya, warga desa yang gigih dan ulet yang berada di Dusun Patihombo. Patihombo adalah nama dusun kami, dusun ini terletak di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Dusun dengan seribu kenangan, disana kami dilahirkan dan dibesarkan. Dusun yang selalu memberikan warganya nafas kehidupan, walau kini telah banyak ditinggalkan warganya. Dusun yang sebenarnya memiliki banyak potensi alam yang menarik, mulai dari adanya beberapa goa batu kapur alami, perbukitan yang indah, aliran sungai yang jernih sampai kekayaan hasil bumi yang bisa dimanfaatkan warga sekitar. Tak heran bila sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani.

Menuju Dusun Patihombo memerlukan waktu sekitar satu setengah jam dari kota Yogyakarta bila menggunakan sepeda motor dan dua jam bila menggunakan bus dan menyambung kemudian ojek. Untuk sampai ke sana, saya melalui jalan yang berkelok-kelok, naik turun gunung, dan melewati hamparan sawah yang luas. Bila berhenti di tepi jalan, kita bisa menyaksikan jurang di kanan kiri jalan, kemudian sejauh pandangan mata lurus kedepan, kita bisa menyaksikan lereng-lereng perbukitan kapur yang menghijau. Itulah salah satu keunikan daerah perbukitan menoreh yang kaya akan keindahan alam.

Dalam hal ketaatan beragama, warga Patihombo adalah warga yang taat beragama. Kebanyakan dari mereka beragama Katholik. Hal ini bisa dilihat dari adanya beberapa tempat ziarah baru di sana, antara lain Goa maria Pangiloning Leres dan Goa Maria Lawangsih. Tempat ziarah ini mereka kembangkan dengan gotong royong yang tinggi dari proses pembuatan tempat ziarah, sampai pada pemeliharaannya. Setelah menjadi tempat ziarah yang banyak dikenal masyarakat, warga tetap rajin untuk mengunjungi dan merawat tempat ziarah itu. Semua itu mereka lakukan demi berkembangnya iman akan Yesus Kristus

Sebagian besar penduduk Patihombo adalah petani. Menekuni kehidupan sebagai petani merupakan pilihan penduduk setempat sedari kecil. Dari alam pemberian Tuhan itulah mereka mencukupi semua kebutuhan hidup. Musim berpengaruh besar terhadap pertanian mereka. Bagi mereka musim hujan kali ini adalah musim yang paling ditunggu-tunggu. Dimana pada musim semua harapan digantungkan, tunas-tunas baru akan tumbuh dan penduduk bisa mulai menanam kembali tanaman palawija, jagung, dan banyak tanaman lain.

Bila musim kemarau tiba, sedikit sulit untuk bisa menanam tanaman baru. Kurangnya air menjadi salah satu alasan. Sebenarnya Patihombo adalah dusun yang subur bila dibandingkan dusun lain, akan tetapi masalah air bila musim kemarau adalah masalah yang cukup sulit. Kebanyakan dari penduduk mencukupi kebutuhan air dengan mengalirkan air dalam selang dari kaki bukit Gilingan. Namun, bila musim kemarau tiba, sumber mata air itu pun sebagian besar berkurang, sehingga warga membuat kebijakan untuk bergiliran mengalirkan air pada setiap rumah. Bisa dibayangkan bila dalam satu sumber air ada 7 selang, berarti setiap tujuh hari sekali air baru akan mengalir ke rumah mereka. Adapun bila giliran mengalirkan air belum tiba dan ternyata air di rumah telah habis, warga mencukupi kebutuhan minum dan mandi pada sungai kecil yang terletak di bekas sawah. Alasan inilah yang membuat sebagian warga yang menanam tanaman dengan kebutuhan air yang besar seperti sayura hijau memutuskan untuk menanam pada musim penghujan saja.

Keuletan adalah kunci dari keberhasilan mereka. Mulai dari menanam, merawat hingga memanen mereka lakukan dengan penuh kesabaran terhadap semua jenis tanaman yang mereka tanam. Ada berbagai tanaman yang mereka tanam, untuk tanaman perkebunan seperti cengkeh, kopi, melinjo, dan masih banyak lagi tanaman lain, sedangkan tanaman pangan seperti pisang, salak, durian, dan sebagainya. Adapun untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka menanam berbagai macam tanaman tersebut bersama-sama agar tetap bisa menyambung kehidupan bila satu jenis tanaman tidak sedang menghasilkan buah, demikian yang dikatakan Bapak Trisno Sumarto “Saya tidak tertarik menanam satu jenis tanaman saja karena hasilnya tidak bisa dipastikan selalu ada, dengan menanam bermacam-macam tanaman dengan umur yang berbeda, bisa untuk menyambung ekonomi keluarga. Kalau hanya menanam satu jenis saja, hanya pada musimnya saja saya mendapatkan hasil”.

Kehidupan mereka memang banyak mereka habiskan di ladang, namun, tidak ada angkutan umum yang menyusuri ruas jalan desa itu. Untuk transportasi, biasanya mereka menggunakan sepeda motor atau menggunakan ojek. Dapat dimaklumi tidak adanya angkutan umum karena sepinya aktifitas keluar dusun, adapun sesekali mereka hanya pergi ke pasar. Jika ingin mengangkut hasil dari ladang seperti rumput atau hasil bumi yang lain, mereka biasa membawanya sendiri tanpa angkutan.

Meskipun mereka tinggal di desa, tetapi ada hal yang membuatnya kalah dengan warga desa lain yaitu jarang adanya petani yang mau menggarap sawah sedangkan lahan cukup luas, air juga berlimpah jika musim penghujan. Menurut Bapak Trisno sumarto, dulunya di Patihombo ada beberapa lahan sawah. Namun, saat ini semua sawah telah dijadikan ladang. Mereka beranggapan bahwa bersawah tidak banyak mendatangkan keuntungan sehingga mereka memilih menanaminya dengan kayu-kayu keras yang bisa dijual dengan cepat dan tanpa perawatan khusus. Padahal, bila mereka tetap membudidayakan tanaman padi, tentu semakin banyak sumber penghasilan mereka. Mereka bisa berswasembada dengan hasil kerja sendiri tanpa harus mendapatkan jatah beras rakyat miskin dari pemerintah.

Memang tak bisa dihindari profesi sebagai seorang petani bagi Bapak Trisno Sumarto terkadang dipandang rendah oleh profesi lain. Pekerjaan ini memerlukan banyak tenaga dengan hasil yang terkadang tidak mencukupi kebutuhan. Namun, siapa sangka bila mereka mempunyai semangat yang besar untuk masalah pendidikan anak. Hampir semua anak-anak di Patihombo semuanya bersekolah. Rata-rata pendidikan mereka adalah setaraf SMA, bahkan adapula yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Tak terkecuali bagi bapak Trisno Sumarto, dari keenam anaknya hampir semuanya lulusan SMA. Ibu Sujirah salah satu orang tua yang anaknya bisa menyelesaikan sekolahnya di perguruan tinggi karena usahanya bersama suami. “Anak saya bisa sekolah karena hasil saya menjual kayu, menjual kambing, cengkeh dan hasil-hasil lainnya” demikian katanya. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa mereka memiliki banyak cara untuk mengumpulkan uang guna biaya anaknya. Usaha mereka benar-benar maksimal demi kebahagiaan anaknya.

Anak-anak bapak Trisno Sumarto, saat ini semuanya telah hidup mandiri. Empat anak dari bapak Trisno Sumarto memutuskan untuk pergi ke kota untuk bekerja. Dua lainnya memilih tetap tinggal di desa tempat kelahiran mereka. Ada suatu pertanyaan yang mengganjal pemikiran saya ketika tahu masih ada anak yang masih mau tinggal di Patihombo. Ketika saya menanyakan kepada Mas Supriyadi alasannya, dia hanya menjawab singkat “Saya sudah merasa nyaman bekerja di sini, jadi tidak perlu merantau ke kota, lagipula saya jadi dekat dengan orang tua” Bapak Trisno Sumarto menambahkan “Bila dibandingkan, kehidupan mereka tidak jauh berbeda, buktinya saja yang tinggal di desa juga bisa membangun rumah yang nyaman, tak kalah dengan yang di kota”

Hal ini tentu akan sangat berbeda bila kita membandingkan usaha mereka dengan orang kota pada kebanyakan. Di kota, justru banyak anak yang putus sekolah, banyak yang menganggur dan banyak pula keluarga-keluarga yang tidak rukun karena masalah kekurangan ekonomi. Begitu berbedanya bila hal ini dibandingkan dengan kehidupan di desa, walau kekurangan seperti apapun warga yang tinggal di desa selalu mengutamakan pendidikan anak, itu terbukti dengan semua anak di Patihombo yang bersekolah walaupun orang tua mereka bisa dibilang kekurangan. Untuk masalah pengangguran, di desa banyak yang bisa dikerjakan asal ada niat dan ketekunan, sedangkan masalah ekonomi, warga biasanya hidup apa adanya, tidak bermewah-mewah, kalaupun ada masalah keuangan, banyak saudara yang siap membantu untu meringankan beban mereka. Itulah keuntungan hidup di desa bisa saling tolong menolong.

Beternak kambing merupakan salah satu cara untuk menabung selain menanam tanaman kayu. Hampir semua warga Patihombo mengembangkan jenis usaha ini, ada yang benar-benar memfokuskan jenis usaha pada beternak, adapula yang hanya sebagai sampingan saja. Dengan beternak kambing, mereka bisa mengantisipasi adanya kebutuhan mendadak seperti kebutuhan biaya pendidikan anak dan biaya lain yang besar. Jenis kambing yang mereka kembangkan adalah kambing PE (peranakan etawa). “Sistem peternakan yang saya lakukan adalah dengan memberi makan cukup, menjaga kesehatan, dan menjaga kebersihan kandangnya” kata Bapak Wakidi yang merupakan salah satu petani yang beternak kambing.

Ada banyak hal yang bisa dibanggakan dari dusun Patihombo, baik itu kekayaan alam ataupun ramah tamah penduduknya. Namun, ada hal yang membuat kita sedih bila mengingatnya, hal itu adalah semakin sedikitnya anak muda yang tinggal di rumah dan mengembangkan dusunnya. Kebanyakan dari mereka memilih untuk merantau. Entah itu sebagai karyawan, pramuniaga atau bahkan hanya sebagai buruh. Pemikiran mereka begitu sempit sehingga tidak pernah terpikirkan untuk membangun desanya dan hidup darinya.

Padahal, bila dilihat kembali, begitu banyak hal yang bisa dikembangkan. Seperti yang orangtua mereka lakukan dahulu, membesarkan mereka dari hasil alam. Seperti yang dikatakan Bapak Wakidi, “Saya sebenarnya tidak setuju bila anak muda banyak yang meninggalkan Patihombo karena nanti tidak akan ada generasi penerus yang meneruskan usaha kami para orangtua” demikian katanya. Melihat kenyataan tersebut, bagaimana peran kita sebagai kaum muda? Akankah kita akan melupakan tanah yang telah membesarkan kita?

Penulis: Lucia Windiarti

Tulisan ini pernah dimuat di majalah Natas (Majalah Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Natas Universitas Sanata Dharma, Edisi Januari-Mei 2009 dalam rubrik “Catatan Sang Jurnalis”, halaman 39-41.

 

Indahnya Sepanjang Jalan ke Goa Maria Lawangsih (Stasi Pelem Dukuh) April 7, 2010

Indahnya Sepanjang Jalan ke Goa Maria Lawangsih

(Stasi Pelem Dukuh)


Kebanyakan orang yang sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat, biasanya beranggapan bahwa tempat tujuan adalah segalanya. Apalagi bila menuju ke sebuah tempat baru, dimana mereka hanya mendengar cerita dari orang lain. Tentu saja semua bayangan tertuju pada tempat tujuan, tak terpikir sedikitpun akan bagaimana menariknya perjalanan yang akan dilalui sampai ke tujuan. Tapi siapa menyangka bila pemandangan sepanjang perjalanan merupakan daya tarik lain yang luar biasa untuk dinikmati?

Kita akan menemukan jawabnya bila kita mengunjungi Goa Maria Lawangsih dan Pangiloning Leres yang terletak di stasi Pelem dukuh. Di sepanjang jalan menuju ke sana, kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang begitu mempesona: hamparan petak sawah yang luas, barisan pegunungan yang elok, tebing-tebing yang berdiri kokoh, hijaunya ladang warga, kota Yogyakarta yang tampak bak miniatur dalam kaca, pantai selatan yang tampak biru dari kejauhan, indahnya kerlap-kerlip lampu bila malam hari juga tampak dari sana. Sensasi perjalanannya memang masih kalah memompa adrenalin bila dibandingkan dengan menaiki roller coster, namun sudah cukup untuk memberikan pengalaman baru yaitu jalan yang berkelok-belok naik maupun turun. Itu baru sebagian keindahan saja, masih banyak lagi keindahan alam yang akan kita saksikan dan rasakan ketika kita berkunjung ke sana.

Dari kota Yogyakarta, perjalanan memerlukan waktu perjalanan kurang lebih 1,5 jam. Menembus ramainya jalan Godean yang mulai dilirik para pengusaha untuk membuka berbagai usaha yang berjajar rapi sepanjang jalan, kita akan sampai di daerah Kenteng. Seperti yang kita ketahui, daerah Kenteng dilalui oleh Sungai Progo yang begitu tersohor hingga diabadikan menjadi nama daerah. Sedikit mengingatkan saja, bila di sebelah timur Sungai progo daerahnya bernama Wetan Progo, sedangkan bila berada di sebelah barat sungai Progo, daerahnya dinamakan Kulon Progo.

Sungai Progo cukup besar, sehingga membelah antara Kulon Progo dengan Wetan Progo. Di atas sungai progo dibangun jembatan yang menghubungkan antara Kulon Progo dengan Wetan Progo, ya, jembatan itulah yang akan kita lewati ketika menuju ke Lawangsih dan Pangiloning Leres. Dari jembatan itu, kita bisa menyaksikan tenangnya aliran sungai Progo yang nantinya akan bermuara ke laut. Di sanalah banyak orang menghabiskan waktu ketika sore hari untuk sekedar berkumpul bersama teman-teman, maupun sendiri.

Bila perut terasa lapar, kita bisa mencicipi makanan yang cukup terkenal di perbatasan Kulon Progo dengan Wetan Progo, yaitu tongseng kambing Ngapak, letaknya persis sebelum sungai Progo, yaitu di sebelah kiri jalan. Cita rasanya yang tak diragukan kelezatannya membuat warung tongseng ini ramai dikunjungi pelanggan setiap harinya. Baik itu penduduk setempat, maupun pendatang yang hanya singgah melepaskan lelah. Hampir setiap saat selalu saja ada motor ataupun mobil yang parkir di depan warung, menandakan banyaknya pelanggan yang setia menikmati enaknya tongseng kambing Ngapak.

Beranjak sedikit dari sungai Progo, kita akan menemukan sebuah perempatan. Perempatan kenteng, begitu orang biasa menyebutnya. Dari perempatan inilah petualangan untuk menyaksikan agungnya karya Tuhan melalui lukisan nyata yang terwujud pada alam pegunungan mulai bisa kita lihat. Dari sana, ada dua jalan yang bisa kita lewati bila kita ingin menuju ke Lawangsih dan Pangiloning Leres. Jalan pertama adalah dari perempatan kenteng lurus, kita akan melewati tanjakan Mbibis yang berkelok-kelok dan tebing yang cukup tinggi yang terhampar di depan mata. Sedangkan, jalan kedua sering saya namakan jalan kecamatan, karena melewati kecamatam Girimulyo adalah perempatan kenteng belok kiri.

Berikut ini akan saya tuliskan pemandangan apa yang akan anda saksikan bila memilih jalan tersebut.

Rute pertama

Rute pertama yaitu dari perempatan kenteng, lurus, melewati tanjakan yang cukup tinggi yaitu tanjakan Mbibis. Pemandangan pertama yang akan banyak ditemui adalah hamparan sawah yang menguning. Ada beberapa sawah yang akan kita lewati bila melalui rute ini, sawah pertama tampak biasa saja, sedangkan dari sawah kedua, dan seterusnya pemandangannya cukup menawan untuk kita saksikan. Cobalah berhenti sejenak untuk menyaksikan hamparan sawah yang mulai menguningitu. Melihatnya mengingatkan kita pada hamparan permadani berwarna hijau kekuningan yang sangat mewah.

Barisan perbukitan juga melatar belakangi pemandangan sawah tersebut. Melihat ke segala arah membuat kita melihat barisan perbukitan dan gunung yang tampak seperti pagar yang melingkar. Mungkin Tuhan mencipta itu semua untuk melindungi daerah Kulon Progo dari segala macam bahaya yang mungkin sewaktu-waktu datang. Gunung Merapi juga tak kalah menariknya bila dibanding gunung lain. Bila kita beruntung, kita bisa melihat gunung Merapi seutuhnya. Tetapi, bila cuaca sedang sedikit mendung, gunung Merapi sepertinya malu-malu untuk menampakkan diri seutuhnya, bagaikan gadis remaja yang bertemu dengan pria pujaannya sehingga kadang tertutup awan tipis.

Beranjak dari sawah tersebut kita akan melewati beberapa jalan menanjak. Diantara tanjakan itu, ada dua tanjakan yang cukup tinggi. Mungkin bila kendaraan yang tidak terbiasa dengan medan yang menanjak akan sedikit kesulitan. Namun kelebihan dari rute ini justru terletak pada tanjakan itu. Dari tanjakan itu kita bisa melihat tebing-tebing berbatu hitam dan jurang yang agak dalam menghijau karena ditumbuhi rimbunnya tanaman baik yang berkayu keras maupun rumput-rumput kecil. Bila duduk sejenak di sana, kita akan merasakan indahnya alam yang menggambarkan keceriaan. Semilir angin membawa diri untuk menuju kesejukan, dari tepi jalan itu terlihat hamparan yang luas penuh dengan keindahan, seolah terdapat kedamaian dibawah sana, terlihat beberapa atap merah dibawah sana, pertanda ada kehidupan di bawah sana, ya itu merupakan rumah warga. Tepat di tengah tanjakan ke dua terdapat pohon beringin besar, dibawahnya terdapat sungai kecil yang dimanfaatkan utuk mencukupi kebutuhan hidup warga sekitar.

Sejauh mata memandang, nun jauh di seberang sana, warna biru dan hijau mendominasi pemandangan dari sisi jalan ini. Warna biru adalah langit, sedangkan warna hijau adalah tumbuhan yang tumbuh di pegunungan-pegunungan itu. Melihat pemandangan dari sini mengingatkan saya akan lukisan pelukis terkenal, gambaran keindahan alam terlukis nyata di hadapan mata. Semuanya terlihat dari sini, perbukitan itu terlihat saling berdesakan, di samping bukit ada bukit, di belakangnya juga ada bukit, sedangkan di tengah-tengahnya ada sawah yang cukup luas. Di pematang sawah kita akan menjumpai tanaman jagung yang berjajar rapi, terdapat pula gubug tempat beristirahat, benar-benar khayalan yang menjadi kenyataan.

Rute 2

Rute ini lebih mudah bila dibandingkan rute 1. Meskipun jalannya relatif menanjak, tetapi tidak terlalu tinggi. Kita akan melewati pom bensin Kenteng, gereja Nanggulan, lurus terus sampai bertemu pertigaan, kita belok kanan melewati sebuah jembatan di mana sebuah sungai kecil dan hamparan petak sawah terhampar di bawah kita. Bagi yang belum terbiasa naik gunung, biasanya memilih rute ini. Bila melalui rute ini, kita akan menemukan pemandangan alam yang indah, meskipun menurut saya masih kalah bila dibandingkan dengan pemandangan yang akan kita temui bila kita melewati rute 1.

Jurang yang akan kita temui tidaklah terlalu curam, sehingga bingkai hijau di seberang jurang dapat terlihat dengan jelas. Tepat di seberang jalan , bila menengok ke kanan ataupun kiri, kita akan melihat hijaunya sawah dengan gubug kecil di tengah-tengahnya, gubug itu adalah tempat berteduh petani yang kelelahan setelah bekerja di sawah. Yang tak kalah menarik untuk saya adalah tumbuhnya berwarna-warni bunga liar di sepanjang jalan, entah siapa yang menanamnya. Walaupun bunga itu adalah bunga liar, tetapi sangat menarik untuk dilihat.

Cobalah menengok ke utara, gunung Merapi yang menjulang itu hanya tampak bagian puncaknya saja. Semakin jauh naik perjalanan kita, semakin terlihat utuhnya gunung Merapi di kejauhan. Di beberapa sisi jalan, kota Yogyakarta terlihat sangat kecil. Pemandangan kota Yogyakarta akan sangat berbeda bila malam hari, cobalah lihat ada ribuan bintang berwarna-warni berkelap-kelip dari arah timur, itulah kota Yogyakarta bila dilihat pada malam hari. Dari goa Maria Pangiloning Leres kita juga bisa menemukan pemandangan kerlap-kerlip kota Yogyakarta ini utuh, karena goa Maria Pangiloning Leres berada di puncak bukit.

Pertemuan daridua jalan ini adalah di pertigaan Jonggrangan, dari sana sudah banyak penunjuk jalan yang menunjukkan jalan bagi peziarah untuk ke Lawangsih dan Pangiloning Leres. Membutuhkan waktu 15 menit hingga sampai ke tujuan. Bila sampai di Jonggrangan, udara sudah mulai berbeda daripada di Kenteng, walaupun matahari bersinar cerah dan langit biru bersih, berjalan di tengah pegunungan ini sungguh dingin rasanya. Mungkin letak pegunungan yang terlalu tinggi sehingga sinar mentari bahkan tak mampu menyentuh jalan raya di dasar lembah sehingga membuat udara dingin dan menyegarkan. Udara di desa memang belum tercemar, apalagi bila angin bertiup sepoi-sepoi, hawa sejuknya merasuk ke dalam sukma.

Demikianlah gambaran yang bisa saya ungkapkan mengenai pemandangan alam yang akan dijumpai bila berkunjung ke stasi Pelem Dukuh, tempat terdapatnya goa Maria Lawangsih dan Pangiloning Leres. Satu hal yang perlu saya tekankan adalah jalan di desa tidak semudah di kota, rutenya yang naik turun memerlukan kecermatan dan kehati-hatian lebih. Tapi semuanya tentu akan terbayar ketika kita bertemu dengan bunda maria di dalam doa di sana. Selamat mencoba.

 

March 14, 2010

Filed under: kambing etawa — windiarti @ 10:39 am

Ilmiah Populer

Membidik Bisnis Baru, Beternak Kambing Etawa


Beternak kambing merupakan kegiatan yang memiliki prospek pengembangan yang baik di Indonesia. Ada banyak manfaat yang dihasilkan oleh kambing; baik itu daging, susu, kotoran, maupun kambing sebagai binatang kesayangan. Kegiatan beternak kambing biasanya dilakukan oleh orang yang tinggal di daerah pedesaan. Hal ini dikarenakan desa masih memiliki lahan yang luas untuk menanam berbagai tanaman yang bisa dijadikan makanan ternak. Menurut sumber http://www.smallcrab.com, populasi kambing di Indonesia saat ini mencapai 7 juta ekor. Jumlah ini 76% diantaranya berada di Pulau Jawa. Kambing umumnya dipelihara dengan cara yang sangat sederhana di setiap rumah tangga pedesaan. Setiap keluarga pada umumnya memiliki 4 – 6 ekor kambing yang dipelihara di  dalam kandang yang biasanya berada di halaman rumah. Pakan yang diberikan setiap hari berasal dari rumput yang ada di seputar rumah.

Bagi sebagian besar orang, beternak  merupakan mata pencaharian. Tetapi, ada juga yang memelihara kambing etawa karena hobi saja. Hobi yang kini mulai banyak ditekuni banyak orang. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa perlombaan kambing etawa yang bertujuan memperkenalkan hobi baru yang menjanjikan banyak keuntungan ini. Banyaknya peserta yang mengikuti perlombaan membuktikan bahwa banyak orang tertarik untuk menggeluti bidang peternakan kambing ini.

Kambing etewa adalah kambing yang berasal dari India yaitu dari daerah Punjab. Kambing ini sering juga di sebut kambing Jampari. Pada tahun 1920 banyak penguasa Belanda yang membawa kambing ini ke Indonesia, khususnya di pulau Jawa dengan tujuan memanfaatkan limbah pertanian. Awalnya kambing etawa dititipkan di daerah pegunungan Jawa Tengah dan Yogyakarta, tepatnya dari Sleman hingga Purworejo kambing etawa yang pertama kali dibawa ke pulau Jawa umumnya corak bulunya berwarna hitam putih. Dianggap sukses merajai jenis kambing di Indonesia,  maka pemerintah Belanda mengimpor lagi kambing etawa ke pulau Jawa dengan corak warna bulu putih coklat / merah

Setelah kemerdekaan RI tahun 1945 banyak petani yang dititipi kambing etawa berlaku sembarangan, tidak adanya pengawasan membuat banyak kambing etawa sembarangan di kawinkan dengan kambing lokal seperti kambing kacang dan kambing priangan ataupun dengan kambing sanen yang telah ada sebelum. Hasil dari perkawinan itu menghasilkan ras – ras baru seperti kambing jawa randu, benggala, PE (peranakan etawa), dan jenis-jenis lainnya. Saat ini, yang banyak digemari oleh peternak adalah kambing peranakan etawa. Ciri khas kambing PE diantaranya adalah telinga panjang menggantung, tubuh tinggi besar, terdapat bulu yang pada bagian dagu, paha, dan ekor (Sarwono, 1991: 37).

Kambing etawa adalah jenis kambing yang paling bagus, bila disamakan dengan ayam jago, kambing etawa adalah sejenis jago bangkok (sebutan untuk ayam pejantan tertentu). Jago bangkok dikenal sebagai jago piaraan khusus, atau mereka yang memelihara ayam jago bangkok adalah untuk sekedar hobi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan hobi atau kesenagan biasanya lebih mahal daripada yang biasa, dan jago bangkok pun harganya bisa dua sampai lima kali lipat harga ayam jantan pada umumnya. Begitu juga dengan kambing etawa, kambing etawa adalah sejenis kambing khusus. Bisa dibilang mereka yang memelihara kambing etawa hanya orang yang memeliharanya sebagai hobi saja. Harganya juga mahal, bagi kambing dengan kualitas bagus, meskipun masih kecil. Bisa dihargai sejumlah Rp 7.000.000,00.

Namun di daerah pedesaan,  umumnya kambing etwa yang diternakkan akan dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Peternak dengan pengetahuan minim, biasanya kurang bisa memanfaatkan  potensi lain yang dihasilkan kambing etawa, selain penjualannya. Meskipun disebut kambing etawa, terkadang bila mereka menjual, dihargai dengan harga rendah. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan untuk mengembangkan kambing etawa, sehingga tidak hanya menjadi ternak saja. Melainkan bisa menjadi hobi dengan penghasilan yang besar. Ada pula potensi yang bisa dikembangkan selain hanya sekedar hobi, yaitu produksi susu kambing etawa dan pupuk alami dari kotoran kambing etawa. Susu kambing etawa dihasilkan oleh induk kambing yang sedang menyusui.

Susu Kambing Bila Dibandingkan dengan Jenis Susu Lain

Susu kambing belum dikenal secara luas seperti susu sapi padahal memiliki komposisi kimia yang cukup baik (kandungan protein 4,3% dan lemak 2,8%) relatif lebih baik dibandingkan kandungan protein susu sapi dengan protein 3,8% dan lemak 5,0%. Disamping itu dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing lebih mudah dicerna, karena ukuran molekul lemak susu kambing lebih kecil dan secara alamiah sudah berada dalam keadaan homogen (Sunarlim dkk, 1992 melalui http://tcplanet.blogspot.com /2007/11/khasiat-dan-manfaat-susu-kambing-etawa.html)

Produktivitas biologis kambing cukup tinggi, 8-28% lebih tinggi dibandingkan sapi (Devendra, 1975 melalui http://tcplanet.blogspot.com /2007/11/khasiat-dan-manfaat-susu-kambing-etawa.html). Jumlah anak per kelahiran (litter size) bervariasi 1 sampai dengan 3 ekor dengan tingkat produksi susu yang melebihi dari kebutuhan untuk anaknya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai produk komersial dan tidak mengganggu proses reproduksinya. Biaya investasi usaha ternak kambing relatif rendah dan pemeliharaannya pun jauh lebih mudah dibanding sapi. Dari hasil penelitian para ahli dan bukti sejarah telah banyak membuktikan bahwa ternyata susu kambing mempunyai banyak kelebihan di banding dengan susu hewan pemamah biak yang lain, Seperti: Sapi, Lembu, Kerbau, Kuda, Onta, Domba, Dan lain-lain. Berikut adalah tabel kandungan susu kambing etawa bila dibandingkan susu jenis lain  (Sodiq,2002: 13-14):

Tabel Komposisi Susu Kambing, Susu Sapi, dan ASI

Komposisi Susu Sapi Susu Kambing ASI
Protein (gr) 3.3 3.6 1.0
Lemak (gr) 3.3 4.2 4.4
Karbohidrat (gr) 4.7 4.5 6.9
Kalori (cal) 61 69 70
Fosfor (gr) 93 111 14
Kalsium (gr) 19 134 32
Magnesium (gr) 13 14 3
Besi (gr) 0.05 0.05 0.03
Natrium (gr) 49 50 17
Kalium (gr) 152 204 51
Vitamin A (IU) 126 185 241
Thiamin (mg) 0.04 0.05 0.014
Ribiflavin (mg) 0.16 0.14 0.04
Niacin (mg) 0.08 0.28 0.18
Vitamin B6 (mg) 0.04 0.05 0.01

Komposisi di atas hampir sama dengan penelitian dari Balai Penelitian Veteriner, Bogor.

Susu kambing mudah di serap tubuh manusia, itu sebabnya dapat di minum oleh bayi di atas enam bulan, manula, dan baik bagi penderita radang usus. Ukuran lemak susu kambing 2 mikrometer. Susu sapi berukuran 2.5-3.5 mikrometer. Dengan lemak lebih kecil, susu kambing lebih cepat di cerna dan campurannya lebih homogeny. Susu kambing tercerna setelah 20 menit, sedangkan susu sapi setelah 8 jam.

Perkawinan kambing Etawa

Air susu kambing etawa dihasilkan oleh kambing betina yang sedang menyusui, untuk bisa hamil, tentu saja kambing harus dikawinkan terlebih dahulu. Menurut teori kambing etawa sebenarnya boleh di kawinkan semenjak siklus pertama birahi yaitu umur 8 bulan, namun, untuk mendapatkan hasil keturunan kambing etawa yang baik dan mengembangkan induk sampai benar benar dewasa biasanya peternak akan menunda perkawinan sampai  beberapa kali siklus atau di tunda hingga umur 3 atu 4 bulan setelah birahi pertama terlihat (berkisar 12 hingga 14 bulan). Peternak yang teliti biasanya akan mebuat tanggal atau menandai sejak siklus birahi betina hingga menjelang betina benar-benar dewasa dan siap untuk di kawinkan agar dapat mengenali pada masa birahi berikutnya dan biasanya kambing betina yang terhitung mendekati siklus birahi akan di berikan makanan (konsentrat ) yang mengandung protein serta gizi yang lebih baik dari biasanya, hal ini bertujuan agar memperkecil kemungkinan gagal kawin yang berarti harus menunggu 21 hari lagi untuk siklus (http://www.kambingetawa.org/siklus-birahi-kambing-etawa.html).

Bila ingin mendapatkan kualitas susu yang baik, peternak harus memberi makanan yang cukup bagi kambing betina yang sedang hamil. Rata-rata usia kandungan kambing betina adalah 5 bulan atau 150 hari, Setelah 150 hari di dalam perut induknya, anakan kambing atau cempe akan lahir.  Setelah induk melahirkan, perlu adanya perawatan yang lebih maksimal pada cempe. Perawatan ini bertujuan untuk tetap menjaga kesehatan baik induk ataupun cempe agar bisa menjadi kambing yang berkualitas. Asupan makanan yang cukup selama masa kehamilan, akan  mendukung seluruh proses di dalam tubuhnya. Tambahan kalsium akan  sangat diperlukan bagi perkembangan janin kambing etawa.adapun masa perkembangan kambing betina dari dalam kandungan sampai dewasa meliputi: pertama masa masa janin, kedua pada saat dilahirkan, ketiga masa pertumbuhan, keempat masa pubertas, kelima masa bunting, keenam masa laktasi, dan ketujuh masa kering ( Sodiq, 2008: 68-71).

Manfaat Susu Kambing Bagi Kesehatan

Seperti yang kita ketahui, susu memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan. Kini, pengobatan  cenderung kembali pada pola makan yang alami (natural food), Baik yang berasal dari tumbuh maupun hewan. Demikian halnya, penggunaan susu kambing sebagai pengobatan penyakit, bahkan pola ini sudah di gunakan orang sejak ribuan tahun lalu. Di zaman Mesir kuno, Ratu cantik Cleopatra, menggunakan susu kambing sebagai upaya untuk mempercantik wajah dengan cara mengkonsumsinya serta digunakan untuk mandi susu untuk menjaga kehalusan kulit dan keindahan tubuhnya.

Susu kambing sangat baik bagi penderita penyakit kulit, Eksim serta gatal-gatal pada kulit, Sebagai mana yang pernah dilakukan oleh Dokter George Dermit dari Ohaio, Amerika serikat. Menggunakaan terapi susu kambing bagi anak-anak penderita penyakit kulit tersebut. Bahkan para pakar penyakit kulit dari New Zealand, terhadap para pasiennya di anjurkan untuk mengkonsumsi susu kambing sebagai peningkatan kesehatan kulit terutama bagian wajah. Kasiat susu kambing yang mengandung gizi tinggi, dapat mempercepat proses pertumbuhan gigi dan tulang. Juga untuk mengembalikan kesehatan seorang ibu yang baru melahirkan,Pendarahan sesudah melahirkan (Postpartum), Memulihkan zat besi sesudah haid, Juga bagi seorang yang kekurangan darah(Anemia). Terhadap orang-orang yang sudah berusia lanjut, Kandungan berbagai mineral dalam susu kambing akan menghambat kerapuhan tulang (Osteoporosis). Khasiat susu kambing yang lain, yaitu sangat manjur untuk mengatasi gangguan pernafasan terapi TBC, infeksi akut pada paru-paru seperti Astma. Juga mampu mengontrol kadar kolesterol dalam darah dan menyembuhkan asam urat tinggi serta adanya kelainan ginjal yang di sebut Nepbratic Syndrom.

Bukti telah menunjukkan bahwa susu kambing etawa telah memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Sebuah buku berjudul “Khasiat & Manfaaat susu kambing, Susu terbaik dari hewan Ruminansia”, mengungkapkan beberapa kelebihan susu kambing di banding dengan susu dari binatang lainya antara lain sbb:

  1. Mempunyai sifat antiseptik alami dan bisa membantu menekan pembiakan bakteri dalam tubuh. Hal ini di sebabkan adanya Flourin yang kadarnya 10-100 kali lebih besar dari pada susu sapi.
  2. Bersifatbasah (Alkaline Food) sehingga aman bagi tubuh.
  3. Proteinnya lembut dan efek laktasenya ringan, sehingga tidak menyebabkan diare.
  4. Lemaknya mudah di cerna karena mempunyai tekstur yang lembut dan halus lebih kecil dibandingkan dengan butiran lemak susu sapi atau susu lainya. Dan juga bersifat Homogen alami. Hal ini mempernudah untuk di cerna sehingga menekan timbulnya reaksi-reaksi alergi.
  5. Dengan adanya sodium (Na), Fluorin(F), Kalsium (C), dan Fosfor (P) sebagai elemen kimia yang dominan serta kandungan nutrisi lainya.

Berdasarkan kandungan nutrisi dari susu kambing etawa, maka khasiat susu kambing etawa adalah:

  1. Membantu pencernaan dan mentralisir asam lambung.
  2. Menyembuuhkan reaksi-reaksi alergi pada kulit,saluran nafas dan pencernaan.
  3. Menyembuhkan bermacam-macam penyakit paru-paru, seperti astma, TBC, serta infeksi- infeksi akut lainya pada paru-paru.
  4. Menyembuhkan beberapa kelainan ginjal,seperti nepbrotic syndrome, infeksi-infeksi ginjal serta asam urat tinggi.
  5. Kandungan kalsium (Ca) yang tinggi dapat membantu menyembuhkan rematik dan mencegah kerapuhan tulang (osteoporosis).
  6. Menambah Vitalitasdan daya tahan tubuh.
  7. Mengatasi masalah impotensi dan gairah seksual, baik bagi pria maupun wanita.
  8. Berdasarkan beberapa penelitian di Amerika, susu kambing terbukti mempunyai efek anti kanker (Damayanti dan Bernardius , 2002: 6-7)

Adapun prospek harga susu kambing etawa sangat menjanjikan setiap liter susu kambing etawa dihargai Rp 30.000,00 per liter. Jauh diatas harga susu sapi yang biasanya lebih banyak dikonsumsi masyarakat, harga satu liter susu sapi adalah Rp 8.000,00. Harga yang sesuai dengan khasiat yang didapatkan oleh susu kambing etawa.

Pemeliharaan kesehatan Kambing Etawa

Untuk mendapatkan hasil susu yang baik, kesehatan kambing perlu dijaga dengan baik. Pemeliharaaan kesehatan merupakan hal utama dalam beternak, disamping kualitas makanan ternak dan tata laksana yang memadahi. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memisahkan antara kambing yang sehat dan kambing yang sakit. Sebaiknya kambing yang mempunyai penyakit menular dipisahkan dari kambing-kambing yang lain. Pemeriksaan secara teratur pada setiap kambing juga perlu dilakukan guna mengetahui secara dini bila terdapat penyakit pada kambing, contohnya penyakit pada putting susu kambing, susu yang luka dan membusuk, dan sebagainya. Bila terdapat penyakit, dokter hewan adalah ahli yang bisa membantu untuk menyembuhkan penyakit kambing, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kandang Kambing Etawa


Kebersihan kandang juga harus dijaga agar kesehatan kambing bisa terjaga. Kandang berfungsi untuk melindungi kambing dari bahaya yang ada di luar kandang, seperti adanya hewan lain, panas, hujan, dan sebagainya. Ada beberapa gua macam kandang kambing yaitu kandang panggung dan kandang lemprakan. Namun, biasanya kandang panggung lebih disukai oleh peternak daripada kandang lemprakan karena dengan menggunakan kandang panggung, kebersihan dan kenyamanan kambing lebih terjaga. Kebanyakan, kandang lemprakan berlantai tanah, sehingga kurang sehat untuk kambing. Selain kotor, kambing juga kurang nyaman karena kandang menjadi lembab.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat kebersihan kandang yaitu: pertama: kandang bebeas dari genangan air. Genangan air merupakan tempat yang bagus untuk berkembang biak nyamuk dan dapat membantu penyebaran penyakit. Serangan nyamuk dalam populasi yang banyak dapat meyebabkan anemia dan menganggu ternak dalam beristirahat.
Kedua sanitasi kandang, merupakan usaha dalam rangka membebaskan kandang dari bibit-bibit penyakit maupun parasit lainnya dengan mengunakan obat-obatan pengendali seperti disinfectan pada dosis yang dianjurkan. Tindakan ini harus dilakukan secara rutin pada kandang yang akan ditempati oleh ternak. sahakan kandang selalu di bersihkan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Semakin bersih kandang maka kenyamanan kambing juga akan semakin tinggi.

Ketiga kandang dan sinar matahari. Sinar matahari pagi mengandung ultraviolet yang berperan sebagai energi dan mencegah gangguan rakhitis, terutama pada ternak yang selalu dikandangkan secara terus menerus. Sinar ultraviolet secara alami akan membunuh kuman-kuman penyakit setiap saat. Jadi sinar matahari dapat berperan sebagai pengendali yang sangat efektif. Keempat pengaturan ventilasi. Merupakan salah satu pengaturan kandang yang baik. Maka konstruksi kandang haruslah memungkinkan terjadinya pertukaran udara secara sempurna. Ventilasi yang buruk akan merugikan kesehatan ternak, karena gas-gas kotor dari faces maupun hasil pernafasan tidak dengan cepat terbuang keluar kandang. Hal ini akan menganggu kesehatan ternak dan memungkinkan penggunaan makanan yang dikonsumsi ternak tidak efisien. Kelima umbaran ternak. Merupakan hal yang sangat penting, karenan ternak dapat berolahraga, sekaligus dapat mengendurkan otot-otot (http://artikelkambingetawa.blogspot.com).

Manfaat Lain dari Kambing Etawa

Selain itu, kotoran yang dihasilkan kambing etawa juga memberikan banyak manfaat bagi manusia. Kotoran kambing bisa menggantikan pupuk urea yang banyak digunakan petani. Tidak menimbulkan kesuburan tanah berkurang merupakan satu nilai lebih dari pupuk yang berasal dari kotoran kambing. kotoran kambing mengandung Nitrogen dan Phosfor. Kandungan nitrogen dan phosphor dalam kotoran kambing dapat dilihat dalam tabel:

Tabel Perbandingan Kandungan Nitrogen dan Phosphor Dalam Kotoran Kambing Dibandingkan Kotoran Hewan Lain

Macam Kotoran Nitrogen % Phosfor
Sapi

Kuda

Kambing

Ayam

0,426

0,490

0,768

0,142

0,290

0,260

0,391

1,256

Sumber: Muljana, 1982: 8

Besarnya kandungan dari kotoran kambing membuat pupuk jenis ini sangat baik bila digunakan untuk tanaman.  Kotoran kambing bisa memberikan penghasilan baru bagi peternak. Dengan menjual kotoran kambing Etawa, peternak bisa mendapatkan penghasilan tambahan.  Pupuk yang bagus tentu juga akan mendatangkan hasil yang baik pula bagi tanaman.

Beberapa fakta di atas merupakan sedikit dari banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan bila kita beternak kambing etawa. Bukan hanya keuntungan yang bisa peternak dapatkan, melainkan juga kesenangan memiliki ternak yang mempunyai nilai jual tinggi sehingga digemari banyak orang. Banyaknya penggemar  membuat harga jual kambing menjadi tinggi. Bagi sebagian orang yang kurang mampu, harga jual yang cukup tinggi ini membuat beternak kambing bisa dijadikan tabungan bila sewaktu-waktu ada kebutuhan mendadak.

DAFTAR PUSTAKA

Damayanti, Rini dan Bernardius , 2002. Khasiat dan Manfaaat susu kambing, Susu terbaik dari Hewan Ruminansia. AgroMedia Pustaka: Jakarta.

http://tcplanet.blogspot.com /2007/11/khasiat-dan-manfaat-susu-kambing-etawa.html). diakses 3 Oktober 2009.

Muljana, W. 1982. Cara Beternak Kambing. Aneka Ilmu: Semarang.

Sodiq, Akhmad. Dkk. 2008. Meningkatkan Produksi Susu Kambing Peranakan Etawa. AgroMedia Pustaka: Jakarta.

Sarwono, W. 1991. Beternak Kambing Unggul. Aneka Ilmu: Semarang.

Sodiq, Akhmad. Dkk.2002. Mengenal Lebih Dekat Kambing Peranakan Etawa. Pt. Agromedia Pustaka. Jakarta.

http://www.smallcrab.com. diakses 3 Oktober 2009

 

March 13, 2010

Filed under: hubungan tanpa status (hts) — windiarti @ 5:04 am

Hubungan Tanpa Status

Kita tentu tak asing lagi bila mendengar istilah hubungan tanpa status (HTS), hubungan semacam ini memang sangat dekat dengan kehidupan cinta remaja. Beberapa dari kita mungkin pernah mengalaminya atau bahkan sedang menjalani status hubungan ini. Hubungan yang satu ini memang bisa dikatakan unik. Hubungan tanpa status adalah sebuah hubungan asmara yang terjalin dalam ketidakpastian, dibilang pacar, bukan. Dibilang teman, kok mesra banget ya? Sebenarnya apa yang dicari dari hubungan yang serba tidak jelas itu? Cinta, atau sekedar iseng saja?

Hubungan tanpa status memang berbeda tipis dengan pacaran. Bedanya HTS dilakukan tanpa rasa memiliki dan tanpa kata jadian. Intinya kita bisa saling menyayangi tanpa harus menyandang status pacaran. Bagi mereka yang tidak ingin terikat, tentu saja hubungan ini akan terasa menyenangkan. Salah satu keasyikan dari HTS adalah adanya kesempatan bagi pelakunya untuk melirik cewek atau cowok lain tanpa harus takut akan ada yang marah.

Peminat HTS kebanyakan adalah remaja yang sedang mencari jati diri dan mencari pengakuan bahwa dirinya berarti bagi orang lain sehingga bisa disukai oleh banyak lawan jenis. Cukup banyak kaum muda yang mau menjalani status ini.  Bagi yang  tertarik akan HTS karena pada dasarnya memiliki jiwa player, hobi tebar pesona kepada lawan jenis, tapi ingin menempuh cara yang aman, HTS merupakan salah satu pilihan yang menjanjikan. Inisiatif pertama untuk menjalani HTS biasanya datang dari cowok. Hal ini disebabkan cowok cenderung memiliki keberanian lebih untuk mengejar cewek.

Secara umum, pribadi yang menjalani HTS adalah pribadi yang tidak dewasa. Ketidak dewasaan tampak ketika sesorang tidak berani bertanggung jawab akan pilihannya dan berkomitmen menjalani akibat baik maupun buruk akan pilihannya.

Tim muda Kompas mempunyai data kuat mengenai minat ber-HTS yang cukup tinggi. Menurut hasil polling kepada 100 remaja cewek dan cowok, terbukti bahwa 57% responden pernah ber-HTS, sementara sisanya belum pernah. Dari hasil polling tadi dapat diketahui bahwa 27% responden bilang bahwa HTS itu enak, 57% lebih enak pacaran, 2% enakan nikah, dan 14% tidak menjawab (Kompas, 12 Desember 2003 melalui Tabloid Hai, ……..). dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa ternyata kebanyakan remaja menyukai HTS, bagaimanapun resikonya.

Tapi sadar ataupun tidak, tidak selamanya kita bisa hidup dengan ber-HTS, semua pasti ada habisnya. Uniknya bagi beberapa cowok HTS justru dianggap sebagai ajang penjajakan untuk mencari yang terbaik. “Kalau cocok ya lanjut, kalau tidak ya tinggalin aja, sampai dapat yang sesuai tipeku” begitu ungkap Doni yang merupakan salah satu mahasiswa di sebuah universitas di Yogyakarta. Walaupun biasanya HTS hanya untuk sementara, tetapi ada keasyikan tersendiri ketika menjalaninya. Doni mengaku sudah 5 kali ber-HTS, “Semuanya berakhir dengan lost contact ketika aku memilih yang baru untuk ber-HTS, aku memilih untuk tidak lagi menghubunginya karena sudah menemukan yang baru” ungkapnya. Melihat sikapnya itu, pantaslah kalau banyak orang menyebutnya playboy.

Cewek pun tak mau kalah dari cowok. Meskipun terkadang mereka akhirnya menjadi korban sakit hati karena HTS, tetapi, banyak dari mereka yang menyukai HTS. Salah atunya adalah Eli. Remaja 15 tahun ini mengaku sudah 3 kali menjalani HTS. Sedikit berbeda dengan Doni, motivasinya dalam menjalani HTS adalah sekedar untuk mencari kesenangan saja. “ Bisa disayang banyak orang, ada yang merhatiin juga, itu lah mengapa aku memilih HTS” ungkapnya. Tapi namanya juga cewek, walaupun ada kesepakatan awal untuk tidak saling cinta dan tidak ada komitmen, tetapi setiap kali ia ditinggalkan oleh HTS-annya dia selalu sakit hati.

Di balik terjalinnya HTS, ada berbagai penyebab yang patut kamu pahami, faktor-faktor itu antara lain:

  1. Faktor internal

Faktor internal, datang dari perasaan kedua pasangan. Misalnya, bagi yang sudah memiliki hubungan dan sedang bermasalah, kemudian sering curhat kepada salah satu lawan jenis. Lalu, tanpa disadari benih-benih cinta bersemayam di dalam hati. Hubungan pun tak lagi sekadar pertemanan biasa.

  1. Faktor eksternal

Faktor eksternal pun turut memacu timbulnya hubungan tanpa status.
Misalnya saja faktor aturan keluarga, yang kurang menyetujui pasangan yang dipilih anaknya. Aturan ini yang membuat anak memilih HTS sebagai pelarian.
3. Tidak berani berkomitmen

Sejatinya, sebuah hubungan yang sehat membutuhkan sebuah kepastian yang diwujudkan dalam sebuah komitmen. Salah satu pemacu terjalinnya hubungan tanpa status disebabkan salah satu atau kedua pasangan tak ingin membina komitmen.  Sehingga hubungan yang terjalin hanya berdasarkan pada kesenangan semata.

Tetapi ketika seseorang memilih berhubungan tanpa status, maka, sampai kapan pun dia tidak bisa menuntut lebih pada pasangannya untuk melakukan banyak hal. Termasuk juga ketika si dia lebih memilih orang lain sebagai kekasih hati. Kamu pun harus menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Dengan kata lain, jangan memberikan rasa cinta yang berlebih kepada pasangan HTS, karena bagaimana pun, dia bukan milik kita sepenuhnya.

Sebenarnya sah-sah saja HTS, apalagi kalau dipakai untuk mencari pacar yang cocok. HTS itu bisa digunakan untuk menambah wawasan mengenai sifat lawan jenis, memperluas pergaulan, dan belajar hemat (banyak memiliki HTS, tentu memerlukan banyak uang, jadi sekalian belajar hemat). Semua itu bisa berjalan baik tanpa ada sakit hati bila ada kesepakatan dari kedua belah pihak. Kesepakatan inilah yang harus dipegang erat agar tidak ada pihak yang merasa sakit hati.

Bila kamu sudah mengetahui resiko HTS dan ingin tetap ber-HTS, berikut ada beberapa tips yang harus kita perhatikan agar semua hal dapat berjalan lancar.

Tips HTS

  1. Just for fun

Saat menjalani sebuah hubungan tanpa status, kamu tak berhak marah ketika si dia menghilang dari hadapanmu, begitu juga sebaliknya. Agar kamu tak merasa sakit hati saat ditinggalkan, tanamkan dalam hati bahwa hubungan ini sekadar ‘just for fun’ saja.

  1. Pastikan pasanganmu sealiran.

Cari pasangan yang setuju dengan HTS, dengan begitu kamu bisa memberikan perhatian yang besar padanya. Tidak akan ada yang merasa risih dan menunggu ungkapan cintamu.

  1. Tahu batasan HTS

Batasan bisa diartikan kesepakatan dari kedua belah pihak. Sebisa mungkin hindari kontak fisik bisa membuat salah satu pasangan tak lagi menjalani hubungan ‘just for fun’ melainkan akan memacu tumbuhnya benih-benih cinta diantara kalian berdua. Terkecuali jika secara refleks saat menyeberang jalan, jadi perlu digandeng).

  1. Tak ada cemburu

Jangan memberi kesempatan rasa cemburu menguasai hati dan pikiranmu, sehingga tak perlu merasa sakit hati ketika si dia dekat dengan orang lain begitu pula sebaliknya. Jika si dia cemburu, ingatkan bahwa kalian hanya menjalin sebuah hubungan tanpa status, tanpa ada ikatan yang jelas. Jadi sudah sewajarnya rasa cemburu tak boleh merasuki hati kalian berdua.

  1. Never fall in love

Sekali kamu jatuh cinta, kamu tidak akan bisa htsan lagi. Lebih baik mundur atau memikirkan hal yang lebih serius.

  1. Jangan terlalu berharap

Jika kamu berharap dari hubungan yang tidak memiliki kepastian sudah pasti kamu salah. Oleh karena itu, tak perlu menggantungkan harapanmu pada pasangan begitu tinggi, karena kamu tahu dengan pasti bahwa si dia belum tentu bisa memenuhi semua harapan-harapan anda pada dirinya.

(Dari berbagai sumber (Hai, google),  dan pemikiranku, hehe…, Dimohon kritiknya ya!!!!)

 

Filed under: keluarga — windiarti @ 4:12 am

Keponakanku Tersayang

(Melania Trisha Kurniawan)

Kebahagiaan sebuah keluarga akan semakin terasa ketika semua keluarga berkumpul menjadi satu dan saling menyayangi.

Pada mulanya di keluarga kami hanya ada kami berempat, bapak, ibu, mbak, dan aku.  Keluarga kecil yang bahagia, keluarga yang memanjakan aku sebagai anak yang paling kecil. Kebiasaan yang sulit diubah walaupun sekarang sudah dewasa. Umurku dan kakaku terpaut jauh, sehingga wajar kalau sekarang dia sudah berkeluarga, sedangkan aku masih kuliah.

Kami tinggal di sebuah dusun yang bernama Patihombo, sebuah daerah yang sudah banyak aku tuliskan menjadi beberapa tulisan. Tulisan-tulisan itu adalah bukti cintaku akan daerah kelahiranku. Sebuah dusun yang jauh dari keramaian, asri, penuh dengan rasa gotong royong, dan masih banyak lagi kelebihan lainnya. Aku dilahirkan dan dibesarkan di sana. Inginku adalah bisa ikut memajukan daerah itu.

Dengan berjalannya detik, menit, jam, hari, kini, aku tidak lagi menjadi yang terkecil di keluargaku. Dulunya selalu dianggap anak kecil, tidak bisa dewasa, dan sebagainya. Tetapi sekarang, ada makhluk kecil yang  meramaikan suasana rumah. Ya, keponakanku yang pertama, Melania Trisha Kurniawan, yang lahir 4 Maret 2009. Cucu pertama, anak pertama, keponakan pertama, membuat dia sangat istimewa bagi kami.

Trisha terlahir dari pasangan Hendry Kurniawan dan Trismi Rubiyanti, kakakku. Sekarang, umurnya sudah satu tahun, ada banyak hal yang ia lakukan yang selalu membuat rumah ramai, tingkahnya yang lincah, suaranya yang ramai, dsb. Kelincahannya bahkan membuat yang mengasuh lelah sendiri, tetapi dia tidak pernah merasa lelah. Terakhir aku pulang kemarin, sewaktu dia tidur, dia menangis terus menerus, ternyata dia terlalu lelah bergerak sepanjang hari. Aku berinisiatif untuk memijitinya, tetapi ternyata dia malah tambah keras menangis. Terbukti memang aku ga bakat jadi baby sister untuknya.

Ada banyak orang mengatakan ia mirip denganku. “Wah bertambah donk satu lagi makhluk cantik di dunia, menyaingi tantenya, hahaa…” begitu ungkap temanku. Aku tidak tahu itu benar ataupun tidak, tetapi memang ada kemiripan antara aku dengan dia, namanya juga keluarga. Bahkan orang pun sulit membedakan antara aku dan ibunya Trisha. “Seperti kembar”  kata mereka.

Trisha, bayi kecil itu buatku begitu lucu dan menggemaskan. Kulitnya putih seperti papanya, hidung seperti neneknya yang agak pesek, mata besar seperti ibunya, bibir manis seperti tantenya. Kalau boleh aku menilai, Trisha itu cantik. Jika ia besar nanti, tentu ia akan menjadi seorang gadis yang cantik dan lincah.

Pada usianya yang pertama, ada acara kecil untuknya. Kakek, nenek, dan keluarga lain berkumpul untuk mendoakan Trisha kecil agar selalu diberi kesehatan dan berkat. Seperti tradisi pada keluarga kami, bayi yang sedang berulang tahu selalu dibuatkan among-among (nasi yang disusun sedemikian rupa beserta sayur kluban ditambah rebusan telur yang dipotong kecil-kecil.

Mungkin, ia masih terlalu kecil untuk memahami apa arti kedatangan saudara-saudara untuk meramaikan acara ulang tahunnya. Seperti biasa dia ngotot untuk merangkak ke mana-mana seperti biasa sambil berteriak-teriak kata yang baru bisa ia ucapkan. “Mbah, Papa, Mama, baru kata-kata itu yang ia kuasai sekarang. Lucu sekali keponakanku itu.

Di akhir tulisan ini, aku berharap Trisha bisa tumbuh menjadi anak yang sehat, berbakti pada orang tua, dan berguna bagi bangsa dan Negara. Amin… Tante sayang kamu Sa.

  1. Trisha
  2. Trisha dan aku
  3. Trisha dan papa mamanya.
  4. Trisha dan Simbah putri
  5. Trisha dan mamanya